Minggu, 14 Oktober 2012
ETIKA PROFESI AKUNTANSI
Hubungan antara Filsafat, Etika dan Peranan Manusia
Filsafat adalah suatu ilmu dengan kajian yang tidak terbatas hanya pada fakta-fakta saja, melainkan jauh diluar fakta, yaitu sampai batas kemampuan logika manusia. (Budiharto:2008,1).filsafat juga merupakan bagian dari suatu ilmu pengetahuan yang dapat berfungsi sebagai interpretasi tentang hidup manusia. Sedangkan etika dapat dikatakan bagian dari filsafat yaitu filsafat moral (Irma Triasanti: http://irmatriasanti.blogspot.com). Filsafat moral merupakan cabang dari jenis filsafat tentang tindakan manusia.
Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang tingkah laku manusia dilihat dari baik dan buruknya.(Imam Sukardi:2003,81).Tujuan etika dalam pandangan filsafat ialah mendapatkan ide yang sama bagi seluruh manusia disetiap waktu dan tempat tentang ukuran tingkah laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia. (Olivia Udhiyyah: http://oliviaudhiyyah.blogspot.com)
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang senantiasa hidup berdampingan dengan sesama tentunya harus memiliki etika agar tercipta keselarasan serta kententraman didalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu,manusia dalam kehidupan ini juga memiliki perananya masing-masing sehingga etika tersebut harus disesuaikan atau diterapkan sesuai dengan peranannya. Dalam hal ini akan membahas etika sebagai seorang mahasiswa yaitu senantiasa datang tepat waktu pada saat jam perkuliahan, tidak mencontek pada saat ujian, tidak melakukan pengrusakan alat-alat perkuliahan seperti mencorat-coret bangku, Kita hendaknya diam dan memperhatikan ketika dosen menjelaskan materi, bukannya sibuk melakukan percakapan sendiri dengan teman kita,dan masih bayak yang lainnya. Sedangkan etika sebagai seorang anak dalam sebuah keluarga yaitu sebagai seorang anak kita harus mendengarkan nasihat orang tua,senantiasa berpamitan ketika akan keluar rumah, membantu dan bergotong royong dalam melakukan perkerjaan rumah, selalu melibatkan diri dalam setiap acara yang diadakan keluarga agar selalu tercipta komunikasi yang aktif.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etika yaitu merupakan suatu alat kontrol di dalam melakukan suatu tindakan serta berkaitan dalam pembentukan karakter seseorang.
Sumber :
Budiharto.2008.Metodologi Penelitian Kesehatan dengan Contoh Bidang Ilmu Kesehatan Gigi.Jakarta:EGC
Imam sukardi,dkk.2003.Pilar Islam bagi Pluralisme Modern.Solo:Tiga Serangkai
Irma Triasanti.2012.Hubungan antara Etika, Filsafat, dan Ilmu Pengetahuan. http://irmatriasanti.blogspot.com. tgl: 14 Oktober 2012
Olivia Udhiyyah.2012.Tugas Wajib 1 Etika sebagai Tinjauan.http://oliviaudhiyyah.blogspot.com.tgl: 14 Oktober 2012
Selasa, 10 Juli 2012
Matkul : ENGLISH BUSSINES 2
SOFTSKILL ENGLISH BUSSINES 2
1. Who(m) did you see at the party? Tell me who(m) you saw at the party.
2. Who came to the party? Tell me who came to the party.
3. Who(m) did helen talk to? Do you know who(m) helen talked to.
4. Who lives in that apartement? Do you know who lives in that apartement.
5. What happened? Tell me what happened.
6. What did he say? Tell me what he said.
7. What kind of car does Pat have? I can't remember what kind of car Pat has.
8. How old are their children? I can't ever remember how their children are old.
9. Why did you say that? I don't understand why you said that.
10. Where can I catch the bus? Could you please tell me where i can i catct the bus.
11. Who broke the window? Do you know who broke the window.
12. Who did Sara invite? I don't know who Sara invited.
13. How long has Ted been living here? Do you know how long Ted has been living here.
14. What time is flight 677 supposed to arrive? can you tell me what flight 677 is supposed to arrive.
15. Why is Yoko angry? Do you know why Yoko is angry.
» Halaman 349
1. Who is he? I don't know who he is.
2. Who are they? I don't know who they are.
3. What is that? Do you know what that is.
4. What are those? Can you tell me what those are.
5. Whose book is that? I don't know whose that book is.
6. Whose book are those? Do you know whose those book are.
7. What is a wrench? Do you know what a wrench is.
8. Who is that woman? I wonder who that woman is.
9. What house is that? I wonder what that house is.
10. What is a clouse? Don't you know what a clouse is.
11. What is in that drawer? I don't know what is in the drawer.
12. Who is in that room? I don't know who is in the room.
13. Whose car is in the driveway? Do you know whose car is in the driveway.
14. Whose car is that? Do you know whose that car is.
15. What is on TV tonight? I wonder what is on TV tonight.
16. What is a carrot? Do you know what a carrot is.
17. Whose glasses are those? Could you tell me whose those glasses are.
18. Who am I? he doesn’t know who I am.
19. What’s at the end of the rainbow? The little girl wants to know what’s at the end of the rainbow.
Minggu, 29 April 2012
(Active- Pasive Voice)
1. Mr. Hopkins invited me to dinner.» I was invited to dinner.
2. Thomas Edison inventoried the phonograph.» The phonograph was inventoried by Thomas Edison
3. Water surrounds an island.» An Island is surrounded by water.
4. A maid will clean our hotel room.» Our hotel room will be cleaned by a maid.
5. A plumber is going to fix the leaky faucet.» The leaky faucet is going to be fixed by a plumber
6. A doctor has examined the sick child.» The sick child has been examined by a doctor
7. The police arrested James Swan.» James Swan was arrested by the police.
8. A large number of people speak Spanish.» Spanish is spoken a large number by people
9. The secretary is going to answer the letter.» The letter is going to be answered by the secretary.
10. The teacher’s explanation confuses Carlos.» Carlos is confused by the teacher’s explanation
11. My mistake embarrassed me.» I was embarrassed by my mistake
12. Helicopters fascinate the children.» The children are fascinated by helicopters.
13. Shakespeare wrote hamlet.» Hamlet was written by Shakespeare.
14. This news will amaze you.» I will be amazed by this news.
>> Assignment of Business English Part 3 (Passive Voice)
name :Arum Kusumawati
npm : 22209359
class : 3EB15
Rabu, 28 Maret 2012
pasive tense
Simple Present
a. The teacher helps me I am helped by the teacher.
b. The teacher helps Jane Jane is helped by the teacher.
c. The teacher helps us we are helped by the teacher.
Present Perfect
a. The teacher has helped Joe Joe has been helped by the teacher.
b. The teacher has helps us we has been helped by the teacher.
a. The teacher helps me I am helped by the teacher.
b. The teacher helps Jane Jane is helped by the teacher.
c. The teacher helps us we are helped by the teacher.
Present Perfect
a. The teacher has helped Joe Joe has been helped by the teacher.
b. The teacher has helps us we has been helped by the teacher.
Minggu, 04 Maret 2012
Rabu, 21 Desember 2011
Penalaran Deduktif (matkul:Bahasa Indonesia)
Penalaran Deduktif
Penalaran adalah sebuah konsep dalam logika yang menyatakan bahwa validitas sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan atau biasa kita sebut premis. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.
Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang berdasarkan suatu pernyataan (fakta) dasar yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang lebih bersifat khusus.(Umum – Khusus)
Didalam penalaran deduktif terdapat entimen macam silogisme, yaitu :
1) Silogisme Kategorial
2) Silogisme Hipotesis
3) Silogisme Alternatif
4) Silogisme Entimen
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme ini disusun dalam dua proporsi (pernyataan) atau lebih dan sebuah konklusi (kesimpulan).
1) Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah simpulan (term). Simpulan subjek disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Contoh Silogisme kategorial :
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
Bonsai adalah tumbuhan (premis minor).
∴ Bonsai membutuhkan air (Konklusi)
Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
• Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh:
Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
• Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh:
Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
Sebagian pejabat korupsi (minor).
∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
• Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Contoh:
Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
Bambang adalah politikus (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
• Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
Contoh:
Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
• Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
• Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
Contoh:
Kerbau adalah binatang.(premis 1)
Kambing bukan kerbau.(premis 2)
∴ Kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif
• Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
Contoh:
Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
Januari adalah bulan.(minor)
∴ Januari bersinar dilangit?
• Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
Contoh:
Kucing adalah binatang.(premis 1)
Domba adalah binatang.(premis 2)
Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
Sawo adalah tumbuhan.(premis4)
Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya
2) Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
Jika hujan saya naik becak.(mayor)
Sekarang hujan.(minor)
∴ Saya naik becak (konklusi).
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh:
Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
Sekarang bumi telah basah (minor).
∴ Hujan telah turun (konklusi)
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
∴ Kegelisahan tidak akan timbul.
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
∴ Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
• Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
• Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
• Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
• Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
3) Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
4) Silogis Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:
• Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
• Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
Sumber :
http://darkgloves.blogspot.com/2011/03/penalaran-deduktif.html
http://taufiqrachmanug25.blogspot.com/2011/10/penalaran-deduktif-dan-induktif.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
http://www.gudangmateri.com/2011/06/penalaran-deduktif-dan-induktif-dalam.html
Penalaran adalah sebuah konsep dalam logika yang menyatakan bahwa validitas sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan atau biasa kita sebut premis. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.
Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang berdasarkan suatu pernyataan (fakta) dasar yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang lebih bersifat khusus.(Umum – Khusus)
Didalam penalaran deduktif terdapat entimen macam silogisme, yaitu :
1) Silogisme Kategorial
2) Silogisme Hipotesis
3) Silogisme Alternatif
4) Silogisme Entimen
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme ini disusun dalam dua proporsi (pernyataan) atau lebih dan sebuah konklusi (kesimpulan).
1) Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah simpulan (term). Simpulan subjek disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Contoh Silogisme kategorial :
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
Bonsai adalah tumbuhan (premis minor).
∴ Bonsai membutuhkan air (Konklusi)
Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
• Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh:
Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
• Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh:
Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
Sebagian pejabat korupsi (minor).
∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
• Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Contoh:
Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
Bambang adalah politikus (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
• Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
Contoh:
Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
• Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
• Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
Contoh:
Kerbau adalah binatang.(premis 1)
Kambing bukan kerbau.(premis 2)
∴ Kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif
• Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
Contoh:
Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
Januari adalah bulan.(minor)
∴ Januari bersinar dilangit?
• Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
Contoh:
Kucing adalah binatang.(premis 1)
Domba adalah binatang.(premis 2)
Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
Sawo adalah tumbuhan.(premis4)
Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya
2) Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
Jika hujan saya naik becak.(mayor)
Sekarang hujan.(minor)
∴ Saya naik becak (konklusi).
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh:
Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
Sekarang bumi telah basah (minor).
∴ Hujan telah turun (konklusi)
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
∴ Kegelisahan tidak akan timbul.
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
∴ Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
• Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
• Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
• Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
• Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
3) Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
4) Silogis Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:
• Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
• Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
Sumber :
http://darkgloves.blogspot.com/2011/03/penalaran-deduktif.html
http://taufiqrachmanug25.blogspot.com/2011/10/penalaran-deduktif-dan-induktif.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
http://www.gudangmateri.com/2011/06/penalaran-deduktif-dan-induktif-dalam.html
Rabu, 19 Oktober 2011
Arikel Lingkungan & Kesehatan
Pestisida Merusak Lingkungan
Selama ini, kita mengetahui bahwa pestisida sangat berguna dalam membantu petani merawat pertaniannya. Pestisida dapat mencegah lahan pertanian dari serangan hama. Hal ini berarti jika para petani menggunakan pestisida, hasil pertaniannya akan meningkat dan akan membuat hidup para petani menjadi semakin sejahtera. Dengan adanya pemahaman tersebut, pestisida sudah digunakan di hampir setiap lahan pertanian.
Tetapi, dibalik manfaatnya yang besar, akhirnya para peneliti menyadari bahwa pestisida memiliki dampak yang cukup merugikan pada pemakaiannya. Setelah diteliti, pestisida dapat merusak ekosistem air yang berada di sekitar lahan pertanian. Mengapa demikian? Jika pestisida digunakan, akan menghasilkan sisa-sisa air yang mengandung pestisida. air yang mengandung pestisida ini akan mengalir melalui sungai atau aliran irigasi dan dapat menyuburkan ganggang di perairan tempat sungai atau irigasi tadi bermuara.
Dengan suburnya ganggang, dapat mengakibatkan cahaya matahari sulit untuk masuk ke dalam danau. Ini mengakibatkan hewan-hewan ataupun fitoplankton tidak mendapat cahaya. Jika fitoplankton tidak mendapat cahaya, maka tidak akan dapat berfotosintesis dan tidak dapat lagi menghasilkan makanan untuk hewan-hewan air.
Selain merusak ekosistem, pestisida juga dapat mengganggu kesehatan terutama kesehatan petani. Dengan seringnya menggunakan pestisida, maka kontak kulit dengan pestisida juga akan semakin sering dan dapat mengakibatkan iritasi kulit. Atau jika pestisida terhirup dan masuk paru-paru, dapat mengganggu kesehatan pernafasan.
Dengan adanya dampak buruk dari pestisida, para petani lebih dianjurkan menggunakan sistem pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Tetapi pertanian dengan metode ini juga memiliki risiko yaitu rentan untuk terserang hama. Tetapi hasil dari pertanian ini sanngat sehat dan tidak akan mengganggu kesehatan.
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa resiko kanker pada orang-orang yang merokok disebabkan oleh penggunaan pestisida pada saat menanam tembakau. Jika kita membandingkan orang-orang zaman dahulu, walaupun mereka perokok, tetapi mereka tetap sehat dan tidak mengalami penyakit kanker. Kemungkinan ini disebabkan karena zaman dahulu belum digunakannya pestisida saat menanam tembakau.
Oleh karena itu, para petani diharapkan tidak terlalu banyak menggunakan pestisida dan melakukan pertanian organik. Pertanian organik ini sangat bermanfaat dan tidak memiliki efek samping yang membahayakan bagi lingkungan maupun tubuh.
Sumber : http://www.ayocintabumi.110mb.com/pestisida.html
Selama ini, kita mengetahui bahwa pestisida sangat berguna dalam membantu petani merawat pertaniannya. Pestisida dapat mencegah lahan pertanian dari serangan hama. Hal ini berarti jika para petani menggunakan pestisida, hasil pertaniannya akan meningkat dan akan membuat hidup para petani menjadi semakin sejahtera. Dengan adanya pemahaman tersebut, pestisida sudah digunakan di hampir setiap lahan pertanian.
Tetapi, dibalik manfaatnya yang besar, akhirnya para peneliti menyadari bahwa pestisida memiliki dampak yang cukup merugikan pada pemakaiannya. Setelah diteliti, pestisida dapat merusak ekosistem air yang berada di sekitar lahan pertanian. Mengapa demikian? Jika pestisida digunakan, akan menghasilkan sisa-sisa air yang mengandung pestisida. air yang mengandung pestisida ini akan mengalir melalui sungai atau aliran irigasi dan dapat menyuburkan ganggang di perairan tempat sungai atau irigasi tadi bermuara.
Dengan suburnya ganggang, dapat mengakibatkan cahaya matahari sulit untuk masuk ke dalam danau. Ini mengakibatkan hewan-hewan ataupun fitoplankton tidak mendapat cahaya. Jika fitoplankton tidak mendapat cahaya, maka tidak akan dapat berfotosintesis dan tidak dapat lagi menghasilkan makanan untuk hewan-hewan air.
Selain merusak ekosistem, pestisida juga dapat mengganggu kesehatan terutama kesehatan petani. Dengan seringnya menggunakan pestisida, maka kontak kulit dengan pestisida juga akan semakin sering dan dapat mengakibatkan iritasi kulit. Atau jika pestisida terhirup dan masuk paru-paru, dapat mengganggu kesehatan pernafasan.
Dengan adanya dampak buruk dari pestisida, para petani lebih dianjurkan menggunakan sistem pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Tetapi pertanian dengan metode ini juga memiliki risiko yaitu rentan untuk terserang hama. Tetapi hasil dari pertanian ini sanngat sehat dan tidak akan mengganggu kesehatan.
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa resiko kanker pada orang-orang yang merokok disebabkan oleh penggunaan pestisida pada saat menanam tembakau. Jika kita membandingkan orang-orang zaman dahulu, walaupun mereka perokok, tetapi mereka tetap sehat dan tidak mengalami penyakit kanker. Kemungkinan ini disebabkan karena zaman dahulu belum digunakannya pestisida saat menanam tembakau.
Oleh karena itu, para petani diharapkan tidak terlalu banyak menggunakan pestisida dan melakukan pertanian organik. Pertanian organik ini sangat bermanfaat dan tidak memiliki efek samping yang membahayakan bagi lingkungan maupun tubuh.
Sumber : http://www.ayocintabumi.110mb.com/pestisida.html
Langganan:
Postingan (Atom)
